Kenapa Sega Beralih Fokus dari Game Konsol ke Game Mobile?

Game News - naruto - May 13, 2015

  1. Playtoko.com – Apakah pemasukan yang didapat dari game mobile bisa melebihi game konsol AAA? Jawabannya adalah mungkin, dan Sega menjadi salah satu perusahaan pengembang game yang membuktikannya.

    [​IMG]
    Game tersukses Sega tahun lalu. Tahu judulnya, nggak?

    Salah satu divisi perusahaan pengembang game bernama Sega, yakni Sega Network , bertanggung jawab atas pengembangan judul-judul game mobile . Divisi ini pada bulan Maret yang lalu membeberkan laporan keuangan yang menunjukkan performa judul-judul yang telah mereka rilis selama setahun. Nantinya kamu dapat melihat sendiri angka-angka fantastis yang akan membuatmu percaya pada dua hal: (1) game mobile punya potensi keuntungan yang besar, dan (2) Sega mulai beralih fokus dari game konsol ke game mobile.

    Sega menginformasikan bahwa untuk Android, mereka memiliki 5 judul game dalam 50 game papan atas di Google Play , sedangkan untuk iOS, mereka menggenggam 8 judul game dalam 50 game papan atas App Store . Kamu dapat melihat dalam cuplikan salindia laporan mereka yang digunakan sebagai selayang pandang performa judul-judul game mobile mereka – beberapa ikon gamenya mungkin kamu kenali, atau bahkan masih kamu mainkan saat ini.

    [​IMG]

    Kamu bisa memperhatikan baris yang bertanda biru dan merah, yang menandakan judul-judul yang dianggap gagal dan berhasil. Angkanya cukup mengejutkan buatmu, namun dunia industri game mobile memang sedang sangat menjanjikan beberapa tahun ini, dan diprediksi semakin melejit 5 tahun mendatang. Dengan kurs 1 yen = 110 rupiah, kalikan sendiri saja total pemasukan Sega dengan banyak angka nol di belakangnya. Dibubuhi dengan tanda panah berwarna merah, adalah judul-judul yang diprediksi mengalami pertumbuhan (baik pengguna maupun pemasukannya).

    Judul game mobile yang dianggap sangat sukses alias big hit, menghasilkan lebih dari 500 juta yen per bulan. Sedikit saja kita turunkan kursnya menjadi 1 yen = 100 rupiah, kita masih mendapati angka 50 miliar rupiah untuk tiap game. Dua game mobile tersukses Sega tersebut adalah Chain Chronicles – penggemar JRPG pasti sudah ngincip, dan bisa kamu baca ulasannya di sini – dan Puyo Puyo Quest. Chain Chronicles sudah tersedia di 144 negara, dan masih menjadi kartu truf Sega untuk tahun fiskal mendatang – dan Hortensia Saga yang baru saja rilis di Jepang sangat dapat mengulang kesuksesan ini. Puyo Puyo Quest pada Desember tahun lalu sudah mencapai 11 juta unduhan dengan total pemasukan yang juga besar.

    Baris kedua merupakan judul-judul game yang sukses, dengan tiga dari enam game mobile yang diprediksi mengalami pertumbuhan sepanjang 2015. Game-game tersebut menghasilkan lebih dari 100 juta yen tiap bulannya; dari Ange Vierge, Border Break: Gun Front Gale, Kingdom Conquest II, Clan Battle, Soccer Tsuku Shoot, dan Dragon Parade. Ange Vierge, salah satu dari tiga game yang diprediksi bertumbuh, memang mendapat pemasukan tinggi per akhir 2014, dan dengan dirilisnya anime adaptasinya, Sega memperkirakan pertumbuhan yang cukup pesat.

    Dua baris terakhir menunjukkan game-game yang cukup sukses dan yang tak sukses. Dari baris ketiga, game-game mobile tersebut adalah Let’s Make a Professional Baseball Team!, Derby Owners Club, Phantom Tower Senki Griffon (diprediksi bertumbuh), Treachery of Ciel Ark, dan Dragons Coin. Sedangkan pada baris terakhir, terdapat Oshare Code: Girls Holic, Makai Gakuen Catasthrope, Champion Football, Toki Labyrinth, dan Sealed Hero! Mine Island and the Sky Labyrinth. Sonic Dash sendiri tak dicantumkan dari daftar game mobile di atas, namun secara global judul tersebut telah diunduh sebanyak 98 juta kali. Seluruh judul Sonic di perangkat mobile sendiri telah diunduh secara global sebanyak 143,5 juta kali.

    [​IMG]
    Sega, luncurin secara global dong game barumu ini~

    Sebaliknya, judul-judul game konsol yang Sega rilis tak banyak terjual. Dimulai dengan Sonic Boom yang jelas-jelas merupakan game gagal dengan banyak bug – lagipula pencipta game Sonic, Yuki Naka, sudah meninggalkan Sega untuk mengembangkan Rodea: The Sky Soldier – dan hanya terjual kurang dari 500 ribu kopi secara global. Phantasy Star Nova, hanya terjual sebanyak 107 ribu kopi di Jepang saat perilisannya, jauh di bawah judul-judul Phantasy Star sebelumnya. Yakuza Zero yang baru saja rilis Februari lalu juga sudah diprediksi tak mendapat sambutan yang hangat, tercermin dari jumlah penjualannya yang tak seberapa.

    Jika membandingkan dengan pemasukan game-game mobile Sega, ini bagaikan bumi dan langit. Sega sendiri merasa pangsa pasar mobile untuk Asia adalah 1 triliun yen, sedangkan gabungan pangsa pasar Eropa dan Amerika diperkirakan mencapai angka yang sama. Perkiraan tersebut akan dieksekusi Sega dengan mencoba mengakses beberapa wilayah, seperti Asia Tenggara dan Selatan, Amerika Selatan, serta Eropa, Timur Tengah, dan Afrika.

    Sebanyak 16 judul game mobile yang telah dirilis Sega akan tetap dioperasikan di tahun ini, sementara kira-kira 20 judul baru dengan kualitas setara konsol (tidak selalu dalam artian grafis, ya) akan disiapkan untuk dirilis sampai September 2015. Dari kedua puluh judul tersebut, lima judul di antaranya akan dikembangkan oleh divisi utama Sega, bukan Sega Networks. Untuk saat ini, saya sendiri berharap Hortensia Saga menjadi judul yang akan dirilis secara global. Untuk Sega, serahkan segala kekuatiranmu pada Atlus karena mereka akan membuat game-game konsol terbaik, seperti Persona 5. Setuju?

    Baca juga artikel-artikel terkait game-game rilisan Sega di Playtoko:


    sega, sega network, game mobile, game konsol, pemasukan, game android, game iOS, google play, app store

Share This Page