Pengembang Forgotten Memories Bercerita tentang Game Survival Horror yang Sesungguhnya

Game News - naruto - Apr 27, 2015

  1. Playtoko.com – Wilfried Marcadet, produser dan pengarah visual game Forgotten Memories berbagi cerita tentang gimana game yang baru saja dirilis untuk perangkat iOS pada 23 April lalu. Bagaimana sih rasa survival horror yang sejati itu?

    [​IMG]

    Beberapa tahun belakangan, jajaran game horor dengan kualitas papan atas bukanlah karya studio pengembangan game besar, melainkan studio indie. Kamu mungkin tahu kalau Resident Evil sudah layu dimakan zaman karena judul-judul terbarunya lebih terasa sebagai game tembak-tembakan semata. Judul-judul terkenal lainnya tidak mendapat keseriusan lebih lanjut, bahkan demo Silent Hill terbaru, yakni P.T. akan lenyap dari PlayStation Network 29 April mendatang – Konami memang sedang ‘berkonflik’ dengan Kojima Productions.

    Itulah sebabnya, Guy Cihi, pengisi suara James Sunderland dalam game Silent Hill 2, akhirnya kembali mengisi suara untuk game survival horror indie terbaru yang berjudul Forgotten Memories: Alternate Realities . Baru-baru saja Siliconera melakukan wawancara eksklusif dengan sang produser sekaligus pengarah visual dari game ini, yakni Wilfried Marcadet, mengenai bagaimana membuat kesan survival horror yang sesungguhnya, dan tak lupa juga membahas game yang dikembangkan oleh Psychoz Interactive ini. Berikut hasil wawancara yang Playtoko telah terjemahkan buat para pecinta game horor.

    Menurut Anda, bagaimana bisa sebuah game dikatakan sebagai survival horror klasik, seperti label yang juga diberikan pada Forgotten Memories ?

    Survival horror klasik adalah game petualangan yang menekankan atmosfer di dalamnya, lebih banyak eksplorasi ketimbang pertarungan, juga karakter protagonis yang kalah jumlah dan kekuatan dengan musuh-musuhnya. Kemajuan di dalam game terlihat saat membuka ruangan baru dengan kunci, di mana biasanya terdapat puzzle dan teka-teki yang menghambatmu. Game dengan genre ini biasanya juga memiliki kesulitan yang bertingkat.

    Bisakah Anda bercerita tentang jalan cerita game ini dan karakternya – apa aja yang ada di sana?

    Dalam Forgotten Memories: Alternate Realities, Anda akan bermain sebagai Rose Hawkins, seorang perempuan yang tengah mencari gadis kecil yang hilang, bernama Eden. Rose tiba-tiba bangun di sebuah tempat asing yang tak dikenalnya, dan menyadari bahwa ia sedang terluka. Selagi menelusuri lorong-lorong di dalam sebuah rumah sakit jiwa yang sudah tidak terpakai lagi, Rose akan menemukan dirinya terjebak dalam tragedi yang tak pernah usai. Ia harus melawan rasa takutnya untuk mengungkap misteri di balik penelusurannya.

    [​IMG]

    Anda berkata bahwa Forgotten Memories berfokus pada “mekanisme ketakutan”, apakah yang Anda maksud dengan hal tersebut?

    Forgotten Memories membangkitkan perasaan takut berkepanjangan, yang hanya akan disela oleh berbagai teror melalui desain level yang dibuat dengan hati-hati, musuh, musik – setiap elemen memiliki makna dan tujuannya masing-masing, sebagian besar ditujukan untuk memberitahu pemain dan menciptakan rasa takut.

    Melalui cara apa saja Anda mencoba untuk menakuti para pemain saat mereka memainkan game ini?

    Rasa takut dimunculkan dengan memanipulasi para pemain perlahan-lahan secara psikologis, ketimbang memberikan banyak kejutan saja. Jumlah amunisi yang sedikit, save point (alih-alih checkpoint), momen dan musuh tak terduga, dan perasaan tersesat dengan menggunakan perjalanan melalui banyak pintu.

    Bagaimana rasanya bekerja bersama bintang game horor seperti Guy Cihi dan David Schaufele? Bagaimana Anda bisa bekerja bersama mereka?

    Kami sudah menjadi fans Silent Hill 2 sedari awal, dan memiliki aktor bintang menjadi kunci. Tidak hanya bagi kami, namun semua penggemar game survival horror akan senang mendengar karakter favorit mereka kembali mengisi suara dalam game ini. Sejauh ini, kami mendapatkan pengalaman menarik, mereka berdua sangat baik dan cerdas, dan terpacu oleh Forgotten Memories. Guy Cihi memberikan masukan secara berkala, kami sedang membangun kerja sama dalam jangka panjang, sehingga Anda akan mendengar kolaborasi berikutnya dengan mereka, selain seri Forgotten Memories.

    Mengapa Anda menarget Forgotten Memories ke perangkat mobile terlebih dahulu sebelum beranjak ke perangkat lain?

    Forgotten Memories memang merupakan produk untuk iOS. Sepanjang pengembangannya, kami bertujuan memulainya sebagai game mobile sebelum berlanjut (dengan meraih platform yang lebih besar). Hal ini mungkin dapat berubah pada judul-judul berikutnya, sehingga mungkin kami akan menarget konsol dan PC terlebih dahulu (atau malah merilisnya secara serentak untuk semua perangkat). Sebenarnya belum saatnya membahas ini, namun perubahan akan mungkin terjadi.

    [​IMG]

    Apakah Anda berencana untuk menambah fitur dalam game saat dirilis untuk perangkat lain – semisal PSVita dan Wii U, apakah akan dikontrol melalui tombol sekaligus layar sentuh?

    Itu adalah idenya. Kami sendiri sedang meningkatkan aspek grafis untuk konsol dan mereka mungkin akan mendapatkan konten ekstra. Versi PSVita dan Wii U sendiri sudah mendukung baik tombol fisik sekaligus layar sentuh (secara bersamaan).

    Apakah Anda pernah mendengar Asylum Jam? Acara tersebut menarik perhatian karena memanfaatkan setting rumah sakit jiwa dan semacamnya untuk menciptakan horor, dan mengajak orang untuk menemukan cara lain untuk menciptakan game horor. Setelah membuat game dengan setting di rumah sakit jiwa, bagaimana perasaan Anda mengenai hal ini?

    Saya belum pernah mendengar tentang Asylum Jam. Saya setuju bahwa rumah sakit jiwa memang klise untuk genre horor, namun tempat itu memang jadi salah satu tempat terseram sekaligus latar yang bagus untuk menorehkan cerita yang menakutkan. Itulah horor: rumah berhantu, kota tak berpenghuni, hutan yang kelam, atau rumah sakit jiwa – di manapun pemain mengidentifikasi dirinya. Namun kami tidak mengambil sudut pandang cerita klasik di mana sang karakter hilang ingatan. Kami benar-benar menelusuri rumah sakit secara historis, kamu mengenal berbagai pasien, mereka yang merawat, hubungan di antara keduanya, bagaimana semua bermula, dan seterusnya. Inilah resep utama agar sebuah game horor bisa nendang. Narasi yang diceritakan dengan baik dengan perkembangan karakter yang baik menjadi aspek terpenting dalam game horor.

    Demikianlah hal-hal seputar survival horror dan Forgotten Memories yang telah dibagikan oleh Wilfried Marcadet, sang produser sekaligus pengarah visual game indie ini. Coba saja game ini di perangkat iOS kamu kalau kamu penggemar genre menyeramkan ini!



    Baca juga artikel-artikel Playtoko lainnya:


    game iOS, forgotten memories, forgotten memories: alternate realities, Psychoz Interactive, horror, survival horror, interview, wawancara

Share This Page