Zodiac, RPG yang Menggandeng Penulis dan Komposer Seri Final Fantasy

Game News - naruto - Apr 29, 2015

  1. Playtoko.com – Kobojo baru saja menunjukkan trailer terbaru dari RPG yang sedang dikembangkannya di GDC 2015, yakni Zodiac. Mereka pun menggandeng nama-nama besar yang pernah menggarap seri Final Fantasy!

    [​IMG]

    Dikembangkan sejak tahun 2014, pada Game Developers Conference 2015 lalu Kobojo , studio pengembangan game dari Eropa, merilis trailer baru untuk game RPG berjudul Zodiac . Game yang sedang dikembangkan untuk perangkat iOS dan PSVita ini bukan RPG sembarangan, karena Kobojo menggandeng dua nama besar yang pernah ikut menggarap seri-seri Final Fantasy .

    Kazushige Nojima (Final Fantasy VII, Kingdom Hearts) didaulat sebagai penulis skenario, sedangkan Hitoshi Sakimoto (Final Fantasy Tactics, Final Fantasy XII) didaulat sebagai komposer musiknya. Basiscape, perusahaan musik video game milik Hitoshi Sakimoto pasca keluar dari Square (waktu itu namanya belum berubah jadi Square Enix, ya) juga digandeng Zodiac untuk mengurus desain suara. Kalau kamu penggemar RPG, khususnya JRPG, kamu tentu mengenal nama-nama yang baru saya sebutkan di atas.

    [​IMG]

    Dengan menggandeng nama-nama besar tersebut, kita pasti punya ekspektasi yang besar terhadap game buah cinta dari Kobojo ini. Zodiac sendiri berkisah tentang petualangan menguasai kedua belas kekuatan zodiak, di mana tiap zodiak merepresentasikan sebuah kelas alias job. Kalau kamu pernah bermain Final Fantasy Tactics, kamu akan tersadar kalau keduanya sama-sama menggunakan zodiak sebagai premis. Namun hanya karena Hitoshi Sakimoto menjadi komposer Zodiac, bukan berarti game ini akan mendompleng kisah Ramza Beoulve dan Delita Hyral begitu saja.

    Selain kebetulan yang sudah saya singgung di paragraf sebelumnya, Zodiac memiliki aspek visual yang mirip dengan game-game Vanillaware, misalnya saja Odin Sphere, GrimGrimoire, atau Dragon’s Crown. Dunia dua dimensi dengan karakter-karakter yang didesain khas barat dan terlihat menonjol di layar sudah menjadi ciri khas game-game yang dikembangkan oleh George Kamitani, punggawa Vanillaware. Ini menjadi formula yang digunakan dalam game Zodiac, di mana kamu akan melihat karakter-karakter dengan gaya yang sama, yakni digambar dengan tangan, dan dengan gerakan pertarungan yang cepat.

    [​IMG]

    Versi alpha dari game Zodiac sempat diujicobakan dalam GDC 2015 , dan RPG yang satu ini memiliki sistem pertarungan bergiliran alias turn-based combat. Darah karaktermu akan kembali penuh setelah pertarungan, jadi kamu hanya perlu fokus menyelesaikan pertarungan demi pertarungan.. Sistem pertarungannya disederhanakan dengan membuang sistem Mana Point dan menggantinya dengan sistem cool down, jadi pemilihan jurus saat musuh masih memiliki darah banyak atau sedikit harus dilakukan dengan banyak pertimbangan. Hanya saja, sekali pertarungan – yang bukan melawan bos – masih memakan lebih dari 5 menit, ditambah dengan tidak ada opsi melarikan diri. Kobojo sedang mempertimbangkan untuk melakukan perubahan terkait hal-hal tersebut.

    [​IMG]

    Dengan kayanya konten game dan aspek visual yang sangat menawan, mungkin kamu akan mengira bahwa Zodiac akan dirilis sebagai game berbayar. Sayangnya kamu salah – Kobojo akan merilis Zodiac sebagai game gratis dengan sistem IAP untuk mengakses senjata, item, dan perlengkapan lainnya (untung bukan cerita). Kamu-kamu yang merupakan pengguna iOS sekaligus penggemar JRPG pasti sangat berbahagia mendengar kabar ini, dan sebagai game yang dikembangkan oleh orang Barat, saya menduga bahwa kita akan mendapatkan versi Inggrisnya langsung saat gamenya dirilis. Bersabarlah saja, karena Zodiac akan dirilis tahun ini meskipun Kobojo belum mengumumkan tanggal resminya. Kalau ia nantinya dikemas dengan cerita yang menonjol, karakterisasi yang kuat, dan komposisi musik yang indah, saya bisa bertaruh Zodiac akan menjadi JRPG terbaik untuk perangkat mobile tahun ini. Kita tunggu saja, ya!



    Baca juga berita-berita terbaru dari Playtoko:


    game iOS, Zodiac, RPG, Kobojo, Final Fantasy, Kazushige Nojima, Hitoshi Sakimoto, GDC 2015

Share This Page