Fortnite dan Game-game Free to Play Kuasai Angka Profit Industri Game di 2019

Game News - droidunj - Jan 7, 2020

  1. Game free to play lagi lagi kuasai angka profit industri game di 2019. Kok bisa?

    [​IMG]

    Belakangan ini istilah Freemium udah jadi solusi yang sering ditabur demi menjawab tantangan yg lagi dirasain oleh dunia industri game saat ini. Gagasan ini juga kebetulan juga ikut mulai ubah lanskap kultur yang biasa dipahami sama gamer. Dimana game game single player dan tanpa internet pelan-pelan makin dikesampingkan karena adanya pengutamaan iming imin konsep bersosial dengan aksesibilitas yang cukup terbuka dalam bermain game.

    [​IMG]

    Nah hasilnya, lagi lagi game yang ngadopsi keterikatan unsur berikut selalu keliatan sebagai berlian yang jauh lebih bernilai. Dengan ambil contoh Fortnite, game ini di tahun 2019 kemaren sukses jadi sang teladan yang benar-benar memacu semangat penggiat game free to play untuk bisa makin berkembang dalam memikat, sekaligus meraup sejumlah pundi pundi uang yang dimiliki sama para gamernya.

    [​IMG]


    Dilansir melalui hasil laporan data tahunan yang sudah resmi dipublikasikan oleh pihak Super Data, game sekelas Fortnite saja berhasil memuncaki klasemen dalam menghasilkan profit yang terbesar untuk keseluruhan dunia industri game. Game buatan Epic Games ini pun berhasil menuai angka pendapatan sebesar $1.8 milliar USD, alias sekitar 25 trilliun Rupiah. Meski bukanlah termasuk rekor profit yang tertinggi sepanjang sejarah, tetap hingga kini masih tidak ada yang mampu menyaingi jumlah cuan yang dimiliki oleh game bergenre Battle Royale tersebut.

    Gak cuma Fortnite, pihak Superdata juga ikut berikan fokus kepada pertumbuhan pendapatan sebesar 6% dari game game free to play lain, khususnya yang ada di platform mobile. Meski tanpa nyebut secara spesifik nama game yang dimaksud, Superdata kabarkan dengan kalimat kunci 4 dari setiap 5 dollar udah banyak disumbangkan oleh sebagian besar pemainnya di sana.

    Sehingga secara keseluruhan platform mobile sudah sukses menghasilkan profit sebanyak $64.4 milliar USD atau setara 897 trilliun Rupiah. Dimana jumlah itu termasuk jumlah yang tertinggi dibanding dengan total pendapatan game-game di platform PC yang hanya berada di angka $29,6 milliar USD, serta platform konsol di tingkatan $15.4 milliar USD.

    [​IMG]

    Sementara untuk game-game yang bersifat premium, Superdata melaporkan bahwa di tahun 2019 ada sedikit penurunan akibat sedikitnya pula kuantitas perilisan game AAA yang dianggap cukup mampu dalam mengangkat derajat game berbayar di mata sebagian besar gamer. Dengan presentase penurunan sebanyak 5%, hasil tersebut sangat berbanding terbalik dengan etalase game AAA di tahun 2018 kemarin yang dihuni oleh berbagai game-game sekelas Red Dead Redemption 2, Marvel’s Spider-Man, Monster Hunter: World, dan juga God of War.

    Nah dengan lihat data ini, besar peluangnya kalo pertumbuhan kuantitas dari prfot game game free to play kayaknya bakal makin bengkak lagi di 2020 ini. begitu juga dengan pertumbuhan platform mobile yang juga akan ikut banyak jangkau lapisan pemain. Tapi yang masih jadi pertanyaan, apakah perkembangan tren ini harus dibayar mahal dengan makin berkurangnya kumpulan eksistensi game-game yang biasa dimainkan secara konvensiional di platform PC dan konsol.


    Sumber: Superdata


Share This Page