Kelihatannya Mobile Legends Sedang Menghadapi Masalah Besar! Para Pemain Mulai Meninggalkan ML!

Game News - droidunj - Jul 5, 2018

  1. Waduh... jumlah pengunduh Mobile Legends menurun lebih dari 30% dalam beberapa minggu terakhir. Ada apa?

    [​IMG]


    Mobile Legends, sudah termasuk salah satu game MOBA mobile yang terkenal di Indonesia. Sebagai salah satu tipe mobile game standar nasional, Mobile Legends selalu dibanjiri pujian maupun kritik dari orang-orang. Namun, jumlah pengunduh Mobile Legends menurun lebih dari 30% dalam beberapa minggu terakhir. Bahkan dalam peringkat akhir-akhir ini, para pemain ML juga mengatakan waktu untuk matching jadi lebih panjang dari sebelumnya. Sepertinya Mobile Legends bukan hanya merasakan dampak dari pemain baru yang berkurang, tapi juga pemain lama yang mengalami penurunan drastis.

    [​IMG]

    Menghadapi situasi seperti ini, penulis sangat penasaran, sebenarnya apa sih yang terjadi sehingga Mobile Legends mengalami dampak yang begitu parah?


    Mobile Legends selama ini terjebak dalam masalah server, lingkungan bermain yang jelek dan masalah lainnya.

    Suara hati para pemainlah yang paling bisa mencerminkan keadaan ML sekarang. Seperti apakah tanggapan para pemain? Mari kita lihat!

    Seorang gamer ML, Agus, mengatakan: “Belakangan ini aku mengalami masalah dengan jaringan internet, terkadang sudah susah payah tersambung, beberapa menit kemudian tiba-tiba gambarannya mulai pecah-pecah, lag, gak ada bedanya dengan baca PPT.

    Pemain lainnya, Ahmad, mengatakan: “Kualitas game ML selama ini memang gak terlalu bagus, tampilannya kurang halus, bahkan terkadang sistemnya suka error. Masalah ini menimbulkan AFK, akibatnya bukan hanya mengurangi poin penilaian, tapi juga dicaci-maki sama teman setim, kadang capek juga rasanya.”

    Kami juga mewawancarai seorang gamer perempuan bernama Fitri, dia mengatakan: “Kemaren pas lagi main ML, aku nempatin posisi Marksman duluan, terus ada seorang teman setim juga milih Marksman, terus akhirnya ada satu lagi teman dalam tim yang juga memilih Marksman karena merasa pasrah dan merasa gak mungkin menang juga, ujung-ujungnya kita bertiga dibunuh lebih dari 30 kali.”

    Meskipun ada juga banyak pemain yang memuji pengalaman bertarung secara tim di Mobile Legends yang seru, serta pengalaman hero barunya yang sangat seru, tapi dalam hal server, sistem matching, sistem pelaporan, dan masalah lainnya, memang masih belum mempunyai solusi. Hal ini tentu saja sangat menguras kesabaran para pemain. Dalam jangka panjang, jika hal-hal seperti ini gak mendapatkan solusi, menunjukkan ML sama sekali gak peduli dengan pengalaman bermain para gamer.


    Mobile Legends sepertinya sedang terlibat dalam topik perbincangan “Hanya mementingkan keuntungan.”

    Gak lama ini, Mobile Legends memposting sebuah foto Ketupat khas Indonesia yang disebut sebagai “Malaysia Sticky Rice” di Instagram. Postingan ini menimbulkan perbincangan yang hangat. Orang-orang pada mengomentari Mobile Legends, menyalahkan mengapa pihak Mobile Legends memposting suatu konten yang gak menghargai kebudayaan Indonesia di pasaran Indonesia. Menghadapi komentar dari para netizen, Mobile Legends memilih untuk berdiam diri dan gak melakukan klarifikasi apapun.

    [​IMG]

    Di saat yang bersamaan, Manager Regional ML yang sudah berhenti kerja di ML, Fendy Tan, memposting sebuah berita di Facebook pribadinya yang memberitakan bahwa Mobile Legends menunggak pembayaran gaji ke karyawan-karyawan ML.

    [​IMG][​IMG]


    Dua isu ini membuat masyarakat Indonesia mulai menilai ulang perusahaan Mobile Legends, sebenarnya seperti apa sih perusahaan ini, sampai-sampai bayar gaji saja telat?

    Melalui survey, kami menemukan bahwa 48% pemain Mobile Legends berasal dari Indonesia, tapi kontribusi pendapatan dari Indonesia hanyalah 12%. Dibanding dengan pengguna ML di Malaysia yang hanya 6.1%, tapi mampu memberikan kontribusi pendapatan sebesar 11%. Dari sini kita dapat dengan jelas melihat bahwa pemain di Malaysia lebih banyak meningkatkan pendapatan ML dibanding pemain Indonesia. Hal ini menjelaskan kenapa ML gak bertindak apapun terhadap keluhan pemain di Indonesia, bahkan pihak ML biasa saja ketika mereka harus kehilangan jumlah pemain. Gimanapun juga kebiasaan konsumsi para pemain di Indonesia gak dapat memenuhi ekspektasi perusahaan Mobile Legends yang sangat mengutamakan keuntungan.

    [​IMG]

    Influencera dan Youtubers berikutan pindah

    Suatu penyebab pasti bakal ada akibatnya. ML dengan sikapnya yang gak peduli dengan pemainnya, maka gak aneh juga kalau pemainnya mulai meninggalkannya.

    Semua pemain ML pasti gak asing dengan yang namanya iFlekzz, Youtuber yang berhasil membuat para pemain ML menyukainya karena karya video yang dihasilkannya. Akan tetapi Youtuber ini yang mempunyai 408,295 followers ini, bertekad meninggalkan ML, dan kemudian bergabung dengan AOV. Suatu ketika, kami mendapat kesempatan untuk mewawancarai iFlekzz, dan dia berkata bahwa: “ML memang sempat menjadi game yang bagus, tetapi itu sebelum aku mengenal AOV. ML masih memiliki banyak masalah teknis, beda jauh dengan standar AOV. AOV sudah memiliki cara bermain dan sistem e-sport yang jauh lebih matang dibandingkan ML, sehingga para pemain yang memiliki standar seperti kami bisa mendapatkan pengalaman bermain dan juga masa depan yang lebih baik.

    Selain iFekzz, tentu saja masih banyak lagi Influencers dan Youtuber lain yang tadinya cuman main ML, perlahan-lahan mereka sudah mulai bermain AOV. Ini bukan hanya suatu pengakuan buat AOV, hal ini juga mencerminkan para pemain sudah mulai menyadari sifat ML yang sesungguhnya.


    Kalau masalah seperti disconnected, lag, menurutku ini adalah masalah umum. Bukan hanya dialami Mobile Legends saja, di game AOV juga bakal ada, begitu juga dengan game lainnya yang serupa. Meskipun server AOV memang lebih baik dari ML, tetapi gak berarti AOV gak mengalami masalah seperti disconnected dan lag. Tapi, yang perlu ditekankan di sini adalah di luar masalah teknis, sebuah perusahaan yang bertanggung jawab, seharusnya bisa menanggapi para pemainnya dengan sikap gak memandang sebelah, bukan semata-mata hanya untuk meraih keuntungan.

    Para Gamer di Indonesia Berhak Mendapatkan yang Lebih Baik!


Share This Page