ML Tak Peduli Pemain Indonesia! Hanya Peduli Uang!

Game News - droidunj - Jun 12, 2018

  1. Sebagai game yang pernah popular di kalangan Asia Tenggara sampai pelan-pelan ditinggal pemainnya, sebenarnya apa yang menyebabkan hal ini terjadi? Yuk simak ulasannya di sini

    [​IMG]

    Di Indonesia, kalau dikatakan game yang terpopuler, pastilah Mobile Legends akan diingat. Pada tahun lalu, game ini sudah memberikan banyak surprise kepada pemain. Kapanpun waktu beristirahat, pasti bisa melihat ada yang sedang memainkannya.

    Tapi akhirnya, popularitas game ini segera berakhir, pencapaian ML sendiri sudah mencapai tingkat maksimalnya. Hal tersebut dibuktikan dari perubahan jumlah downloadnya. Pada minggu ini, jumlah downloadnya lebih rendah 30% dibanding minggu lalu. Dengan berlanjutnya trend ini, perkembangan ML akan semakin lambat dan pada akhirnya akan hilang dari kehidupkan masyarakat Indonesia.

    [​IMG]

    Sebagai game yang pernah popular di kalangan Asia Tenggara sampai pelan-pelan ditinggal pemainnya, sebenarnya apa yang menyebabkan hal ini terjadi?

    Pertama-tama, proses globalisasi game ML yang tidak lancar, dan hanya dikenal di beberapa negara tertentu Asia Tenggara. Game ML tidak mendapatkan popularitas di daerah Eropa, Amerika Serikat, dan daerah lain di Asia.

    [​IMG]

    Kemudian adalah masalah plagiat. Belakangan ini, ML digugat penerbit LOL (League of Legends) yaitu Riot Games, karena logo, scenes, bentuk hero dan skill dalam game ML sangat mirip dengan LOL. Selain itu, ML juga sering diberitakan memplagiat. karakter hero dan skill hero dari game lain ke dalam game ML.

    [​IMG]

    Aksi yang tidak tahu diri ini telah menimbulkan penolakan dari perusahaan Riot Games, serta membuat pemain-pemain lain juga turut merasa kesal.

    [​IMG]

    Selain itu, jumlah download ML yang menurun juga diakibatkan oleh developer ML yang sama sekali tidak peduli dengan para pemainnya. Khususnya kepada pemain Indonesia yang padahal jumlahnya sendiri telah melebihi 50% dari seluruh jumlah pemain ML.

    Sebagai negara yang paling mendukung ML, ML seharusnya paling memperhatikan kepada pemain-pemain Indonesia. Namun sebaliknya, berulang kali ML menunjukkan ketidak hormatan kepada negara Indonesia. Salah satu contoh yang terjadi belakangan ini adalah ketika ML menyebut “ketupat” adalah makanan Malaysia, yakni “Malaysian Sticky Rice”.

    [​IMG]

    Kenapa hal ini terjadi? Jawabannya karena Moonton sebagai developer Mobile Legends hanya peduli dengan keuntungan perusahaannya. Namun bukan orang yang benar-benar suka dengan game. Mereka memulai game ini hanya dengan tujuan mencari keuntungan, sehingga lebih memilih jalan pintas yaitu plagiat dari game-game lain. Keadaan-keadaan tersebut menyebabkan ML sama sekali tidak bisa bersaing di negara-negara barat.

    Sebagai game yang peduli kepada pendapatan uang, tentunya developer ML sangat mementingkan gimana menghemat ongkos desain dan operasional lainnya. Kondisi ini membuat Moonton sama sekali tidak ada niat untuk melakukan inovasi, mendaftarkan hak cipta, namun lebih memilih untuk mengikuti yang lain. Dan juga karena ML peduli dengan keuntungan, sehingga ML hanya peduli dengan pemain-pemain yang bisa membantu menghasilkan uang terbanyak. Buktinya, pemain Malaysia dinilai lebih kaya dan lebih banyak membeli diamonds, sehingga ketika merilis item “ketupat”, developer ML lebih memilih untuk menyebutnya sebagai “Malaysian Sticky Rice”!

    [​IMG]

    (Jumlah pemain Malaysia hanyalah seperdelapan dari jumlah pemain Indonesia, tapi karena kemampuan membayar pemain Malaysia lebih tinggi,dan bisa mendatangkan keuntungan yang hampir sama dengan pemain Indonesia, maka pemain Malaysia lebih diperhatikan karena Moonton ingin mendapatkan lebih banyak pemain baru Malaysia.) Karena ML hanya mementingkan uang, bahkan sangat pelit untuk berikan bonus kepada pemain. Ketika pengumuman resmi pencapaian jumlah download 200 juta, kegiatan perayaannya hanya membagikan hero Roger yang hampir tiap pemain sudah memilikinya. Hadiah itu juga menimbulkan kemarahan dari pemain-pemain ML yang menyebut bahwa ML sama sekali tidak memperhatikan pemainnya sama sekali.

    [​IMG]

    Dengan semua fakta di atas, hal tersebut dengan jelas menunjukkan sifak asli ML, sebagai game yang hanya peduli untuk mencari keuntungan sendiri. Dan untuk mencapai tujuan itu, Moonton rela melakukan hal apapun. Di samping itu, Indonesia sebagai negara yang pemainnya terbanyak, namun juga dicuekin ML karena pemain Indonesia tidak seroyal pemain Malaysia. Hal tersebut membuat ML lebih memilih nama item ketupat dengan kata “Malaysia”. Maka sebagai pemain yang sayang dengan ML, kamu harus rela untuk melakukan top-up jangka panjang, bila tidak, maka ML sepertinya tidak akan mempedulikan kamu.


Share This Page