Penjualan Video Game Naik Drastis Gara Gara Corona

Game News - droidunj - Apr 4, 2020

    [​IMG]


    Merebaknya virus Corona tentu aja bikin banyak orang di seluruh dunia kudu diam diri di rumahnya. Terbatasnya ruang gerak tentu aja bikin terbatasnya saran hiburan yang bisa mereka nikmati. Dan hal ini dampaknya kepada video game yang kelihatannya jadi hiburan utama dari orang orang yang selama ini ada di rumah.

    Hal ini sendiri keliatan dari melonjaknya jumlah pemain di banyak game dan tentu meroketnya penjualan video game di seluruh dunia. Nah salah satu game yang dapat berkah dari kejadian ini adalah game terbaru dari Nintendo yaitu Animal Crossing New Horizons yang langsung jadi hits dan bahkan udah terjual 1.8 juta kopi cuma dalam waktu 3 hari aja di Jepang. Gokillll!

    [​IMG]

    Di Inggris juga sama. Animal Crossing jadi game dengan perilisan paling sukses untuk konsol Nintendo Switch. Dan data ini baru dikumpulkan dari penjualan fisik aja, belom termasuk dari penjualan game digital yang diperkirakan berkali kali lipat dari versi fisiknya.

    Game-game online multiplayer, entah kompetitif maupun co-op merupakan kategori yang paling banyak mendapatkan ‘boost‘ jumlah pemain. Lonjakan yang terjadi-pun bukan hanya dari jumlah, namun juga dari waktu yang dihabiskan para gamer. Tidak main-main, dari analisa riset yang dilakukan Global X waktu yang dialokasikan untuk orang-orang untuk bermain game pada pertangahan Maret 2020 kemarin mengalami kenaikan 65% dibanding tahun sebelumnya.

    Oiyaa di luar konten gameplaynya, aspek sosial online dalam game ini juga jadi faktor utama yaa karena hal ini dianggap sebagai cara supaya para gamer ini tetep bisa berinteraksi dengan teman teman. Khususnya untuk game game yang punya kebebasan untuk eksplorasi dunia bersama sama dan bikin permainan mereka sendiri kayak di game animal crossing, Minecraft dan game game open world lain kayak GTA Online dan Monster Hunter Worlds.

    [​IMG]

    Industri game sendiri kini mengalami kenaikan bersama secara general sejak awal tahun 2020 ini. Namun kenaikan ini diduga oleh analis Daniel Ahmad hanya berupa “short-term boost” alias dorongan jangka pendek saja.


Share This Page